Rangdu, adalah cikal bakal biji kapuk yang dihasilkan dari pohon Ceiba pentandra. Hasil dari bunga atau biji ini biasa digunakan untuk membuat bantal dan kasur.
Tapi tidak bagi saya ketika berumur 8-10 tahun, rangdu merupakan mainan yang murah meriah, saya dan kawan-kawan biasa menjual belikan bunga yang satu ini, tapi tentu uangnya pun uang mainan, uang yang digunakan adalah batu kecil, satu batu dinilai Rp 50dan rangdu ini biasa dijual dengan harga50 per buah. Sebelum di jual, rangdu ini terlebih dahulu direbus dengan menggunakan kunir yang didapatkan dari kebun liar agar terlihat kuning. Dalam mengumpulkan bunga ini tak jarang kita saling berebut bahkan sampai terlibat cekcok dan adu mulut. Yaa seperti itulah randu memberikan kenang indah masa kecil yang belu tersentuh teknologi seperti sekarang ini. Permainan ini pun punah tersingkirkan oleh perubahan zaman yang begitu pesat.
Fakta unik lain dari bunga ini adalah bahwa dalam mitologi suku Maya menganggapnya sebagai simbol kesucian.
0 komentar:
Posting Komentar